Pasar handheld gaming PC sedang berada di titik paling panas. Lenovo secara mengejutkan merilis dua pendekatan yang bertolak belakang untuk memenuhi ceruk pasar ini. Di satu sisi, ada seri ekonomis yang berusaha memangkas fitur eksperimental generasi pertama, sementara di sisi lain hadir flagship bertenaga monster dengan harga yang bikin geleng-geleng kepala. Jika Anda sedang menimbang-nimbang mana perangkat yang layak masuk ke dalam setup portabel Anda, baca analisis mendalam Lenovo Legion Go S vs Legion Go 2 Review Perbandingan Handheld Gaming Terbaru ini sampai tuntas sebelum memutuskan membakar uang tabungan Anda.
Perubahan Filosofi Desain: Ergonomi Unibody vs Fleksibilitas Bongkar Pasang
Lenovo merombak total pendekatan fisiknya. Legion Go S membuang penuh konsep kontroler lepas-pasang mirip Nintendo Switch yang dulu menjadi nilai jual utama pendahulunya. Pilihan ini melahirkan desain unibody berbasis plastik putih murni berbobot 730 gram. Tanpa mekanisme engsel lepas-pasang dan kickstand bawaan, Legion Go S terasa jauh lebih kokoh, lebih melengkung di telapak tangan, dan tidak cepat membuat tangan pegal saat dimainkan berjam-jam.
Legion Go 2 justru melipatgandakan identitas lamanya. Perangkat ini mempertahankan kontroler TrueStrike lepas-pasang namun dengan lengkungan grip yang direvisi agar tidak menusuk telapak tangan. Lenovo menambahkan Hall-effect joysticks untuk mencegah insiden drift, D-Pad model piringan pivot, serta mempertahankan FPS Mode lengkap dengan dudukan khususnya. Bodi Legion Go 2 memiliki kickstand lebar nan kokoh di bagian belakang, namun bayarannya sangat mahal pada sektor portabilitas: bobot totalnya membengkak hingga 920 gram (2.03 pon). Perangkat ini sangat tebal, masif, dan terasa berat di pergelangan tangan untuk sesi bermain tanpa tumpuan.
Layar IPS 120Hz vs OLED 144Hz: Ukuran Bukan Satu-Satunya Beda
Sektor visual mengalami kompromi menarik di kedua belah pihak. Legion Go S memangkas ukuran layar menjadi 8 inci berpanel IPS dengan resolusi 1920 x 1200 piksel dan refresh rate 120Hz. Penurunan resolusi dari era terdahulu yang mencapai 1600p justru menjadi langkah pragmatis karena memproses game di layar sekecil ini pada resolusi 2.5K adalah tindakan menyiksa chip grafis terintegrasi. Kecerahannya mencatatkan angka 455.5 nits dengan cakupan warna 84.8% DCI-P3.
Legion Go 2 tampil menggebrak menggunakan panel OLED 8.8 inci beresolusi 1920 x 1200 piksel dengan refresh rate 144Hz. Kontras rasio tak terhingga dan warna yang sangat pekat membuat visual game seperti Tony Hawk's Pro Skater 3 + 4 atau Marvel's Midnight Suns terlihat luar biasa menonjol. Panel OLED ini mampu mencatatkan cakupan warna hingga 135.8% DCI-P3. Catatan kritikalnya ada pada lapisan kaca layar yang sangat glossy, membuat bayangan pantulan cahaya lampu atau jendela ruangan terasa agak mengganggu saat tingkat kecerahan diturunkan demi menghemat baterai.
Jeroan AMD Z2 Go vs Z2 Extreme: Jurang Performa yang Nyata
Perbedaan terbesar dari perbandingan ini berada di dalam dapur pacunya. Legion Go S ditenagai oleh processor AMD Ryzen Z2 Go (arsitektur Zen 3+, 4 core / 8 thread, boost hingga 4.3 GHz) dengan iGPU AMD Radeon 680M (12 Compute Units). Konfigurasi ini dipadukan dengan memori LPDDR5-6400. Dalam pengujian praktis, Z2 Go sejatinya adalah kemunduran performa dibanding chip Z1 Extreme lama saat terhubung ke adaptor daya. Di game berat seperti Cyberpunk 2077 atau Black Myth: Wukong, Legion Go S kesulitan mendapatkan frame rate yang stabil pada setting 1080p tanpa bantuan upscaling.
Legion Go 2 menjadi ajang pamer kekuatan chip AMD Ryzen Z2 Extreme (8 core / 16 thread yang menggabungkan 3 core Zen 5 dan 5 core Zen 5c) disandingkan dengan grafis Radeon RDNA 3.5 (16 Compute Units) dan RAM monster 32GB LPDDR5x-8000. Saat terhubung ke daya AC dengan profil 35W TDP, peningkatan performa sangat terasa di resolusi 1280 x 800. Game berat seperti Red Dead Redemption 2 mampu menyentuh angka 80 FPS pada resolusi 800p saat di-colok ke listrik, dan Shadow of the Tomb Raider menembus 75 FPS.
Tweak BIOS UMA Buffer dan Pengalaman Software Legion Space
Bagi pengguna Legion Go S, ada satu trik wajib yang sangat memengaruhi performa: mengubah alokasi UMA Frame Buffer di BIOS dari opsi 'Auto' menjadi 4GB atau 8GB. Pengubahan ini memberikan ruang VRAM buatan yang lebih lega bagi GPU Radeon 680M untuk mengolah tekstur, sehingga angka FPS di game seperti F1 24 dan Horizon Zero Dawn bisa melonjak signifikan mendekati performa Z1 Extreme.
Di sisi perangkat lunak, aplikasi Legion Space bertindak sebagai perantara sistem operasi Windows 11. Pengalaman navigasi Windows 11 pada perangkat genggam memang masih menyisakan masalah seperti keyboard virtual yang kadang enggan muncul di Steam atau Epic Games Store. Namun overlay Quick Settings pada Legion Space edisi terbaru terasa jauh lebih responsif untuk mengganti profil daya, kustomisasi tombol, hingga mengatur batas resolusi secara cepat saat gameplay berlangsung.
Baterai, Fitur, dan Upgradeability
Daya tahan baterai pada handheld PC selalu menjadi kompromi utama. Legion Go S bertahan sekitar 1 jam 42 menit dalam uji PCMark 10 Gaming pada profil Performance. Namun saat diturunkan ke profil Quiet Mode, perangkat ini sanggup menyala hingga 3 jam 34 menit untuk pengujian sintetis, atau sekitar 5-6 jam jika Anda hanya memainkan game 2D ringan.
Legion Go 2 dibekali baterai jumbo 74 WHr. Walau kapasitasnya melonjak dari generasi pertama, mengoperasikan chip Z2 Extreme beserta layar OLED 8.8 inci tetap menguras daya dengan cepat. Memainkan game 3D dengan kecerahan 50% rata-rata akan menghabiskan baterai dalam rentang waktu 1.5 hingga 2 jam saja.
Satu nilai plus dari Lenovo pada kedua perangkat ini adalah keramahan akses upgrade. Baik Legion Go S maupun Legion Go 2 menggunakan slot M.2 2242 yang juga mendukung form-factor M.2 2280. Ini memberikan fleksibilitas tinggi bagi gamer yang ingin memperluas kapasitas penyimpanan SSD dengan harga pasar yang lebih terjangkau.
Perbandingan Spesifikasi Utama
| Fitur / Spesifikasi | Lenovo Legion Go S | Lenovo Legion Go 2 |
|---|---|---|
| Prosesor | AMD Ryzen Z2 Go (4 Core / 8 Thread, Zen 3+) | AMD Ryzen Z2 Extreme (8 Core / 16 Thread, Zen 5/5c) |
| Kartu Grafis (iGPU) | AMD Radeon 680M (RDNA 2, 12 CU) | AMD Radeon RDNA 3.5 (16 CU) |
| RAM | 16GB / 32GB LPDDR5-6400 | 32GB LPDDR5x-8000 |
| Layar | 8 Inci IPS 1920x1200, 120Hz | 8.8 Inci OLED 1920x1200, 144Hz |
| Mekanisme Kontroler | Integrated Unibody Plastic | Detachable TrueStrike Controllers |
| Fitur Kontrol | D-Pad Pivot, Touchpad Nubbet | Hall-Effect Joysticks, FPS Mode Puck |
| Bobot | 730 gram (1.61 lbs) | 920 gram (2.03 lbs) |
| Slot Penyimpanan | M.2 2242 (Mendukung M.2 2280) | M.2 2242 (Mendukung M.2 2280) |
| Kapasitas Baterai | ~1 Jam 42 Menit (Pengujian PCMark Gaming) | 74 WHr (~1.5 hingga 2 Jam Game 3D) |
| Sistem Operasi | Windows 11 (Varian SteamOS menyusul) | Windows 11 |
| Harga (Unit Diuji) | $729.99 (32GB / 1TB) | $1,349.99 (32GB / 1TB) |
Keputusan Akhir: Pilih Murah Berkompromi atau Flagship Super Mahal?
Melihat peta persaingan saat ini, posisi kedua handheld ini cukup serba salah di pasaran. Legion Go S versi Windows dengan RAM 32GB seharga $729.99 sangat sulit direkomendasikan karena harganya terlalu mepet dengan perangkat bertenaga Z1 Extreme atau ROG Ally X. Perangkat ini baru terasa sangat masuk akal jika Anda mengincar varian berbasis SteamOS seharga $499 yang akan rilis mendatang untuk kebutuhan game kasual seperti Diablo IV, Path of Exile 2, atau Rocket League.
Di sisi lain, Lenovo Legion Go 2 adalah sebuah produk ultra-premium tanpa kompromi fitur. Layar OLED 8.8 inci, kontroler lepas-pasang, dan performa lonjakan dari Z2 Extreme menjadikannya handheld Windows paling kaya fitur saat ini. Namun dengan banderol harga mencapai $1,349.99 dan bobot menembus 900 gram, Anda harus benar-benar yakin membutuhkan kombinasi layar OLED dan kontroler modular tersebut ketimbang membeli sebuah laptop gaming murni atau kombinasi konsol lainnya.
Referensi
- https://www.tomshardware.com/video-games/console-gaming/lenovo-legion-go-s-review
- https://www.tomshardware.com/video-games/handheld-gaming/lenovo-legion-go-2-review
- https://www.pcgamer.com/hardware/handheld-gaming-pcs/better-grips-oled-screen-and-more-memory-our-first-actual-look-at-the-lenovo-legion-go-2-is-everything-i-wanted-in-the-original/
- https://www.pcgamer.com/hardware/handheld-gaming-pcs/lenovo-legion-go-s-windows-review/
