Hacker Bisa Tembus Pertahanan Prosesor AMD dan Intel Lewat Celah Interrupt Baru

Hacker Bisa Tembus Pertahanan Prosesor AMD dan Intel Lewat Celah Interrupt Baru

By Reggi, 07 Aug 2026

Ternyata, tambalan keamanan hardware tidak pernah benar-benar aman jika peretas tahu cara menyelinap di celah super sempit berukuran nanosekon. Baru-baru ini, peneliti dari MIT CSAIL membagikan temuan mencengangkan bahwa sebuah teknik bernama New Interrupt Injection Attack Can Bypass AMD SEV-SNP and Intel TDX Protections, memaksa kita melihat kembali celah klasik Spectre v2 yang selama ini dikira sudah aman. Serangan ini sangat licik karena memanipulasi hardware interrupt di sela-sela waktu saat kernel Linux membersihkan branch predictor dan saat ia mulai menggunakannya kembali.

Para peneliti menyebut metode ini sebagai TONTOU atau Time-of-Neutralization to Time-of-Use. Konsepnya mirip dengan celah klasik TOCTOU pada software. Bayangkan sebuah sistem pertahanan yang bertugas membersihkan memori sebelum memproses data sensitif. Pertahanan ini bekerja dengan baik, sampai peretas menyuntikkan perintah interrupt tepat di tengah-tengah jeda waktu yang sangat sempit, tepat setelah pembersihan selesai tetapi sebelum data digunakan. Seketika interrupt masuk, ia meracuni kembali branch predictor sebelum sistem sempat bereaksi. Di sinilah mitigasi bawaan langsung rontok.

Trik Cerdik Memanfaatkan Cache dan Syscall

Pada prosesor AMD Zen 2, jendela eksekusi ini sangat kecil. Hanya dua instruksi atau setara dengan enam byte saja. Untuk memperbesar peluang masuk ke celah sempit tersebut, peneliti menggunakan trik khusus. Mereka mengusir instruksi-instruksi tersebut dari cache L1 dan L2 menggunakan thread sebelah (sibling hyperthread) untuk memperlambat proses eksekusi.

Dengan menggunakan syscall penulisan biasa, mereka berhasil mengendalikan dua register penting. Hasilnya, interrupt berhasil mendarat di dalam jendela target sekitar 5% sampai 12% dari total percobaan. Begitu berhasil masuk, handler bawaan sistem justru dimanfaatkan untuk melatih kembali return stack buffer menuju target yang diinginkan peretas.

Eksperimen pada mesin AMD Zen 2 yang menjalankan Linux 6.14 dengan semua mitigasi bawaan aktif menunjukkan hasil yang mengkhawatirkan. Metode ini sukses membocorkan memori kernel dengan kecepatan 5.47 bytes per detik dan akurasi mencapai 91.97%. Kecepatan ini sudah lebih dari cukup untuk menemukan dan membaca file sensitif seperti /etc/shadow yang menyimpan hash kata sandi sistem dalam 5 dari 10 kali percobaan.

Model CPUTingkat MisprediksiKebocoran Data (End-to-End)Catatan Khusus
AMD Zen 20.75%Sukses (5.47 bytes/detik)Berhasil membaca file /etc/shadow dalam 5 dari 10 percobaan
AMD Zen 40.00%Tidak TerdeteksiMasuk daftar terdampak oleh AMD, tetapi tidak memicu misprediksi saat tes
Intel Arrow Lake0.22%Belum TerbuktiButuh disclosure gadget tambahan yang sudah ada di kernel
Intel Cascade Lake Refresh0.037%Belum TerbuktiButuh disclosure gadget tambahan yang sudah ada di kernel

Respon Berbeda dari Kubu Merah dan Kubu Biru

Respon dari kedua raksasa chip ini sangat bertolak belakang, dan jujur saja, agak membingungkan bagi para admin sistem.

AMD bergerak cukup cepat dengan merilis bulletin keamanan pada 6 Agustus berjudul Safe RET Interrupt Vulnerability. Mereka mengakui semua arsitektur dari Zen 1 hingga Zen 4 terdampak oleh celah ini. Tim engineer AMD bersama dengan komunitas Linux sudah merilis tambalan di kernel Linux dengan komit berjudul x86/bugs: Make Safe-RET robust against interrupt injection. Perbaikan ini bekerja dengan memulihkan kondisi register seolah-olah proses Safe-RET sudah selesai, sekaligus menghindari instruksi RET setelah interrupt kembali.

Bagaimana dengan Intel? Di sinilah letak dramanya. Intel memang membayar bonus bug bounty kepada para peneliti, tetapi mereka menyatakan bahwa perbaikan khusus tidak diperlukan. Alasan mereka, teknik ini sudah tercakup dalam panduan keamanan INTEL-SA-00598. Lucunya, saat para peneliti memeriksa dokumen panduan tersebut pada versi terbaru Mei 2025, tidak ada satu kata pun yang menyebutkan soal interrupt.

Pekerjaan Rumah Tambahan Bagi Admin Sistem

Masalahnya sekarang, mitigasi ini tidak memiliki CVE resmi atau rujukan versi kernel yang jelas. Jika kamu adalah admin sistem yang ingin memastikan servermu aman, kamu harus repot-repot mencari tahu apakah komit sistem operasi kamu sudah menyertakan patch spesifik tersebut atau belum.

Bahkan, dokumentasi status kerentanan pada direktori Linux berikut ini belum diperbarui untuk menjelaskan skenario interrupt ini saat diperiksa:

bash
cat /sys/devices/system/cpu/vulnerabilities/spec_rstack_overflow

Tanpa adanya transparansi yang jelas, celah keamanan ini akan tetap mengintai sistem berbasis multi-user atau shared hosting yang menggunakan prosesor terdampak. Selama peretas lokal memiliki akses eksekusi kode dasar tanpa hak istimewa (unprivileged), mereka tetap bisa mencoba metode eksploitasi ini secara perlahan.

Referensi

https://thehackernews.com/2026/08/new-interrupt-injection-attack-can.html?m=1


🔥 Sedang Ramai Dibaca